Sabtu, 23 Mei 2015

20 Ribu Siswa SD/MI di Gresik Ikuti Unas

SURYA Online, GRESIK - Hari pertama Ujian Nasional (Unas) tingkat Sekolah Dasar (SD) Sederajat Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik belum mengantongi daftar siswa yang bolos. Seluruhnya 20.842 siswa.

Dari sidak yang dilakukan Wakil Bupati Gresik, Mohamad Qosim, bersama Kepala Dinas Pendidikan, Nadlif dan Kasi Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Kantor Depag Gresik, M Muafaq Wirahadi dan perwakilan dari Polres Gresik.

Rombongan keliling ke beberapa SD dan Madrasah Ibtidaiyah, yaitu SDN 2 Sukomulyo, MI Futuhatul Ulum Roomo, Manyar, SD Muhammadiyah I Gresik dan SDN 1 Sidomoro.

"Sampai saat ini belum ada informasi siswa SD Sederajat yang tidak ikut Unas.
Semoga berjalan dengan lancar," kata Nadlif, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, usai sidak di SDN 1 Sidomoro, Senin (6/5/2013).
Sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2013/05/06/20-ribu-siswa-sdmi-di-gresik-ikuti-unas

Bikin Buku, Bupati Sambari Lakukan Napak Tilas

SURYA Online, GRESIK - Sambari Halim Radianto, demikian nama itu tertulis dibuku induk SDN Sidomoro I Gresik pada tahun 1969. Saat itu, Sambari terdaftar sebagai murid di kelas II. “Saya masuk sekolah ini saat umur saya 11 tahun, itu karena saya dulu tidak mampu sehingga saya telat sekolah,” ujarnya.

Dan yang mengenaskan, saat mendaftar Sambari menuliskan pekerjaan orang tuanya dengan kalimat "Kapur Bubuk". "Itu artinya, pekerjaan ayah saya waktu itu adalah buruh penambangan kapur," urainya saat menjadi inspektur upacara di SDN Sidomoro I di Jl Panglima Sudirman Gresik, Senin (4/6/2012).

Lebih jauh Sambari Halim Radianto, yang saat ini Bupati Gresik, meminta agar para siswa dan wali muridnya, bangga bisa bersekolah di SDN Sidomoro. Sebab dari sekolah inilah, telah melahirkan sejumlah pejabat, pengusaha handal dan guru besar perguruan tinggi.

“Kalian harus sukses, karena saya dulu yang sekolah nyeker (tanpa bersepatu) saja bisa jadi Bupati. Kalian yang punya sepatu 5 pasang harus bisa” ujar Bupati Sambari sambil menyebutkan sejumlah nama seangkatannya yang sekarang telah sukses.

Tentang kunjungan sekaligus menjadi inspektur upacara di SDN Sidomoro, Kabag Humas Andhy Hendro Wijaya mengatakan bahwa ini merupakan bagian napak tilas perjalanan Bupati Gresik menuju pendopo. Perjalanan tersebut akan dibukukan, karena banyak terkandung makna dan motivasi. "Tentu saja kami berharap buku ini, dapat memberikan motivasi bagi anak-anak lain untuk meraih cita-citanya. Terutama bagi anak-anak kurang mampu dan Yatim seperti yang dialami oleh Pak Sambari,” kata Andhy.

Ketua tim Penulis otobiografi Bupati, Mustakim menyatakan Kenangan Bupati akan sekolahnya, terutama SDN Sidomoro I sangat dalam. Meski sudah 39 tahun lulus, Bupati masih hafal betul denah sekolah, teman-temannya, serta prestasi SD Sidomoro I. “Bahkan dia menyebut kalau dia dan teman-temannya dalam tim olahraga kasti tak terkalahkan,” ujar guru di SMA Muhammadiyah I Gresik ini.

Terkait penulisan buku otobiografi berjudu ’Perjalanan dari Lowayu sampai Pendopo Kabupaten Gresik’, Mustakim mengaku masih 30%. Kami masih mengumpulkan data-data lain serta foto-foto sebagai penguat sejarah. Terkait tokoh yang ditulisnya kali ini, sarjana ilmu sejarah jebolan UGM ini juga menyatakan bahwa Sambari sangat bangga dengan oraganisasi Pramuka.

“Dia mengaku jiwa kepemimpinannya terbentuk karena aktif di Pramuka sejak kecil. Sambari bahkan mengkoleksi dengan lengkap, semua kegiatannya saat aktif di Pramuka dulu. Pokoknya setiap menceritakan tentang Pramuka, dia sangat bangga dan bersemangat,” ujar Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Komisariat Gresik.
Sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2012/06/04/bikin-buku-bupati-sambari-lakukan-napak-tilas

Rabu, 08 Oktober 2014

Bupati Gresik Memotivasi Adik Kelasnya Di SDN I Sidomoro

Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto memotivasi 84 siswa lulusan SD Negeri Sidomoro I Gresik saat resepsi kelulusan mereka, Senin (25/6)di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP).

Hal-hal unik yang diceritakan Bupati tentang mantan guru-guru dan masa lalunya saat sekolah di SD Negeri Sidomoro I Gresik. “saya masih ingat betul guru saya yang paling *killer*. Namanya Pak Muryadi Almarhum. Ya karena Pak Muryadi yang kereng (jawa) saya bisa menjadi seperti seperti ini” katanya mengenang.

Dengan adanya Pak Muryadi dan kawan-kawan yang saat ini sebagian besar sudah Almarhum ini banyak alumni SDN Sidomoro yang menjadi orang penting. “selain saya yang menjadi Bupati masih ada lagi beberapa orang penting negeri ini yang alumni SDN Sidomoro I.”Prof. Pipit Guru besar Universitas Mulawarman, Prop. Helmy Guru besar Universitas Airlangga.

Bahkan beberapa orang lagi ada yang menjadi pemimpin, baik ditingkat Kabupaten maupun Nasional”. Kata Sambari didepan para undangan yang terdiri dari rekan-rekan alumni SDN Sidomoro yang 25 orang diantaranya teman sekolah Bupati serta para orang tua wali murid lulusan 2012 SDN Sidomoro I Gresik. Banyak hal-hal unik yang disampaikan Bupati saat menjadi siswa SDN Sidomoro I Gresik pada tahun 1968 dahulu.

Diantaranya terkait perubahan namanya. Dulu saat saya masuk nama saya hanya Sambari. Namun setelah beberapa saat ada tambahannya Sambari Halim Radianto. Demikian juga teman-temannya dulu, ada yang berubah menjadi nama Emy, padahal dulu saya tidak punya teman yang bernama Emy, katanya sambil senyum-senyum. Mendapat tanggapan demikian teman Bupati yang dimaksud hanya tersenyum malu. Dia tahu yang disampaikan Bupati itu ditujukan untuknya.

Tentang Pelepasan siswa yang dibarengi dengan Reuni kecil ini, Ketua Komite SD Negeri Sidomoro I Gresik, Heru Purnomo mengatakan. Memang sengaja menghadirkan Bupati Gresik pada resepsi pelepasan kali ini. Semata untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para lulusan. Menurut Heru, jumlah lulusan pada angkatan tahun 2012 ini sebanyak 100% yaitu 84 orang.

Diantara lulusan yang ada 1 diantaranya adalah lulusan terbaik peringkat 5 Kabupaten Gresik yaitu Maria Jovita dengan nilai 29,55. Selain itu ada 29 lulusan yang salah satu mata pelajarannya mendapat nilai sempurna yaitu nilai 10 pada ujian Nasional tahun 2012 ini.

Sumber : http://gresikkab.go.id/

Senin, 23 Juni 2014

350 Siswa SD Di Gresik; Jalani Imunisasi Campak

Masuk kabarindo.com, sudah lama, tapi ga da salahnya di publikasikan ya, ..
(http://kabarindo.com/index.php?act=single&no=31032)

 350 Siswa SD Di Gresik; Jalani Imunisasi Campak

Diadakan Yayasan Ronald McDonald House Charities, 1300 anak telah di imunisasi

Gresik, Kabarindo- Sebanyak 350 siswa dari empat SD di Gresik menjalani imunisasi campak di Lapangan Bumi Perkemahan Gresik pada Senin (30/9).

Mereka adalah siswa kelas 1 yang berasal dari SD Sidomoro I, SD Sidomori IV, SD Singosari, dan SD Indro. Mereka sabar menunggu giliran untuk diimunisasi. Suasana cukup ramai oleh suara anak – anak.

Sebelum pelaksanaan, seorang petugas memberikan penjelasan tentang imunisasi dan memberikan semangat agar mereka berani disuntik. Dorongan semangat juga diberikan sosok berkostum Ronald, maskot McDonald.

“Kalian diimunisasi supaya tidak kena campak. Nggak usah takut ya. Berani kan?” tanya petugas yang dijawab dengan seruan, “Berani!”

Kemudian satu persatu anak – anak dipanggil masuk ke dalam bus untuk menerima imunisasi. Mereka lalu mendapat bingkisan. Sementara itu, yang lain – lain duduk menunggu giliran. Ada yang tenang – tenang saja. Ada pula beberapa anak yang menangis ketakutan, menolak masuk ke dalam bus sampai harus dibujuk dan digendong oleh guru atau petugas kesehatan.

Seorang siswa bernama Davina tampak santai saja usai diimunisasi. Ia memegang kapas di lengan bekas disuntik. Ketika ditanya apakah sakit disuntik, ia menjawab sedikit sakit. Namun ia mengaku tidak takut dan senang mendapat bingkisan.

Imunisasi ini diadakan Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) yang fokus mengupayakan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Indonesia melalui Ronald McDonald Care Mobile kedua.

Bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Gresik, kegiatan pemberian imunisasi ini melanjutkan rangkaian RMHC Peduli Jawa yang telah berhasil mengimunisasi 1.300 anak di kota Yogyakarta, Malang dan Sidoarjo. Imunisasi akan dilanjutkan di Surabaya, Semarang, Slawi dan Tegal selama 21 September - 9 Oktober.

Menurut Ketua Yayasan Ronald McDonald House Charities, Caroline Djajadiningrat, berharap akan lebih banyak lagi anak Indonesia  yang menerima manfaat dari kehadiran YRMHC, khususnya imunisasi, yang mendukung kesehatan mereka pada masa mendatang.

“Diharapkan sekitar 2.500 siswa SD akan mendapatkan imunisasi di dalam Ronald McDonald Care Mobile kedua ini, bertepatan dengan program Kementrian Kesehatan yakni Bulan Imunisasi Anak Sekolah yang berlangsung selama September - Oktober 2013,” ujarnya.

Yayasan RMHC adalah lembaga nirlaba yang didirikan pada 14 Februari 2011 dan memiliki manajemen terpisah (independen) dari McDonald’s Indonesia. Yayasan ini menaruh perhatian pada masalah kesehatan dan perbaikan kualitas hidup anak Indonesia.

Tujuan utamanya memberikan akses kepada generasi penerus bangsa dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hidup mereka. Selama periode 3 - 5 tahun ke depan, program Yayasan RMHC akan difokuskan kepada imunisasi dan program-program lain yang berkaitan dengan kesehatan anak.
Marketing Communication Manager Yayasan Ronald McDonald House Charities, Rini T.Wardani, mengatakan hingga kini Ronald McDonald Care Mobile pertama telah mengimunisasi lebih dari 25 ribu bayi,, balita dan siswa SD kelas 1-3 serta memeriksa kesehatan lebih dari 4.000 anak.

Secara keseluruhan, program-program yang diimplementasikan Yayasan RMHC Indonesia merupakan program inti dari Yayasan RMHC Global. Program-program tersebut diantaranya adalah Ronald McDonald Care Mobile, Ronald McDonald Family Room dan Ronald McDonald House, yaitu rumah singgah sementara bagi pasien penyakit kritis yang berada di kompleks rumah sakit dan ditinggali pasien hampir secara cuma-cuma.
Selain Ronald McDonald Care Mobile, program lain yang sudah dilaksanakanYayasan RMHC di Indonesia adalah Ronald McDonald Family Room yang berlokasi di departemen Radioterapi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Ronald McDonald Family Room adalah ruang yang nyaman bagi para orang tua dan pasien anak-anak dalam menjalani perawatan. Ruangan ini memiliki tempat baca, pojok bermain, area wifi serta aktivitas rutin edutainment bersama koordinator yang diharapkan dapat membantu proses penyembuhan mereka.